IDI dan KPU Jabar Tanda Tangan MUO
Ketua Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat (KPU Jabar), Yayat Hidayat, bersama Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat, Rulyanto, menandatangani naskah kerjasama atau nota kesepahaman (MoU/Memorandum of Understanding) untuk pelaksanaan pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No.11 Bandung, Kamis (1/11) pagi, disaksikan oleh seluruh anggota dan pejabat struktural KPU Jabar serta puluhan anggota KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat, beberapa anggota dan Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Jabar, Ihat Subihat.
Sesaat setelah menandatangani MoU Nomor 779/KPU Prov-011/XI/2012 tentang pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam sambutannya Yayat Hidayat mengucapkan syukur atas penandatanganan naskah kerjasama itu yang harinya bersamaan dengan 3 kegiatan KPU Jabar lainnya. Yaitu, pelaksanaan verifikasi rekapitulasi dokumen dukungan calon perseorangan pasangan Dikdik Mulyana Arif Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, pelaksanaan pemutakhiran data pemilih, dan rapat persiapan pelaksanaan pengendalian logistik.
Ia meyakini setelah MoU ditandatangani, ada 2 hal yang dilakukan oleh IDI yaitu menyiapkan tim dokter dan koordinasi secara intensif dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebagai rumah sakit pemerintah yang direkomendasikan dalam Peraturan KPU Nomor 9/2012 tentang pedoman teknis pencalonan Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Pada prinsipnya, KPU dan rakyat Jawa Barat menghendaki pemimpinnya sehat jasmani dan rohani, sehat lahir batin. Pokoknya, ulah aya gubernur nu gering nantung ngalanglayung,” ucap Yayat seraya berpesan kepada IDI agar tim dokter tidak sekadar profesional dalam merekomendasikan hasil pemeriksaan kesehatan saja, tetapi harus memiliki ketahanan mental yang tangguh dalam keterlibatannya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013.
Ketahanan mental, menurut Yayat, sangat diperlukan untuk menghadapi tekanan dari calon yang menghendaki tim dokter agar merekomendasikan hasil pemeriksaannya ke KPU sesuai keinginan dan menguntungkan calon bersangkutan. Apalagi jika bercermin pada pengalaman Pilgub 2008, dimana tim dokter pemeriksa kesehatan calon mendapat tekanan dan bahkan intimidasi dari tim suksesnya, sampai keluarganya di rumahpun mendapat teror.
“Kemungkinan buruk harus diperhitungkan juga pada Pilgub kali ini. Jadi, dokter yang memeriksa harus ajeg dalam memutuskan. Karena hasil pemeriksaan tim dokter, secara langsung sangat berpengaruh terhadap proses pencalonan. Makanya kami berharap tim dokter ajeg dalam memutuskan hasil pemeriksaan. Mudah-mudahan saja pengalaman tahun 2008 itu tidak terjadi pada Pilgub 2013,” harap Yayat.
Kepada Rulyanto dan wakilnya, Noormathani, berikut para anggota IDI Jabar dan perwakilan dari RSHS, Yayat berpesan, jajaran IDI secara intensif berkomunikasi dan koordinasi dengan KPU Jabar agar pelaksanaan pemeriksaan nanti berjalan lancar dan dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, sehingga KPU Jabar mampu menyelenggarakan Pilgub 2013 dengan baik dan sukses.
Di bagian lain sambutannya, Rulyanto mengakui ketepatan KPU Jabar memilih kerjasama dengan IDI dalam pemeriksaan kesehatan pada pencalonan Pilgub 2013. Ia bersama tim dokter dan pihak RSHS bertekad akan bekerja semaksimal mungkin, dengan mengerahkan seluruh potensi demi mendukung kelancaran KPU Jabar dalam menyelenggarakan pesta demokrasi rakyat Jawa Barat ini. sumber : (MC/KPUJBR)
Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di aula Sekretariat KPU Jabar, Jl. Garut No.11 Bandung, Kamis (1/11) pagi, disaksikan oleh seluruh anggota dan pejabat struktural KPU Jabar serta puluhan anggota KPU kabupaten/kota se-Jawa Barat, beberapa anggota dan Ketua Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Jabar, Ihat Subihat.
Sesaat setelah menandatangani MoU Nomor 779/KPU Prov-011/XI/2012 tentang pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, dalam sambutannya Yayat Hidayat mengucapkan syukur atas penandatanganan naskah kerjasama itu yang harinya bersamaan dengan 3 kegiatan KPU Jabar lainnya. Yaitu, pelaksanaan verifikasi rekapitulasi dokumen dukungan calon perseorangan pasangan Dikdik Mulyana Arif Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib, pelaksanaan pemutakhiran data pemilih, dan rapat persiapan pelaksanaan pengendalian logistik.
Ia meyakini setelah MoU ditandatangani, ada 2 hal yang dilakukan oleh IDI yaitu menyiapkan tim dokter dan koordinasi secara intensif dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sebagai rumah sakit pemerintah yang direkomendasikan dalam Peraturan KPU Nomor 9/2012 tentang pedoman teknis pencalonan Pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah.
“Pada prinsipnya, KPU dan rakyat Jawa Barat menghendaki pemimpinnya sehat jasmani dan rohani, sehat lahir batin. Pokoknya, ulah aya gubernur nu gering nantung ngalanglayung,” ucap Yayat seraya berpesan kepada IDI agar tim dokter tidak sekadar profesional dalam merekomendasikan hasil pemeriksaan kesehatan saja, tetapi harus memiliki ketahanan mental yang tangguh dalam keterlibatannya pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Pilgub) 2013.
Ketahanan mental, menurut Yayat, sangat diperlukan untuk menghadapi tekanan dari calon yang menghendaki tim dokter agar merekomendasikan hasil pemeriksaannya ke KPU sesuai keinginan dan menguntungkan calon bersangkutan. Apalagi jika bercermin pada pengalaman Pilgub 2008, dimana tim dokter pemeriksa kesehatan calon mendapat tekanan dan bahkan intimidasi dari tim suksesnya, sampai keluarganya di rumahpun mendapat teror.
“Kemungkinan buruk harus diperhitungkan juga pada Pilgub kali ini. Jadi, dokter yang memeriksa harus ajeg dalam memutuskan. Karena hasil pemeriksaan tim dokter, secara langsung sangat berpengaruh terhadap proses pencalonan. Makanya kami berharap tim dokter ajeg dalam memutuskan hasil pemeriksaan. Mudah-mudahan saja pengalaman tahun 2008 itu tidak terjadi pada Pilgub 2013,” harap Yayat.
Kepada Rulyanto dan wakilnya, Noormathani, berikut para anggota IDI Jabar dan perwakilan dari RSHS, Yayat berpesan, jajaran IDI secara intensif berkomunikasi dan koordinasi dengan KPU Jabar agar pelaksanaan pemeriksaan nanti berjalan lancar dan dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan, sehingga KPU Jabar mampu menyelenggarakan Pilgub 2013 dengan baik dan sukses.
Di bagian lain sambutannya, Rulyanto mengakui ketepatan KPU Jabar memilih kerjasama dengan IDI dalam pemeriksaan kesehatan pada pencalonan Pilgub 2013. Ia bersama tim dokter dan pihak RSHS bertekad akan bekerja semaksimal mungkin, dengan mengerahkan seluruh potensi demi mendukung kelancaran KPU Jabar dalam menyelenggarakan pesta demokrasi rakyat Jawa Barat ini. sumber : (MC/KPUJBR)

0 comments:
Post a Comment